Pilkades Desa Janggalaharja :

GAMBARAN DEMOKRASI DI TINGKAT BAWAH

Ket foto : kiri Warjo S kanan Maman Herdiana

CIAMIS-  Setelah kurang lebih 2 tahun tidak memiliki Kepala Desa (kades), akhirnya Desa Janggalaharja Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis memiliki kades. Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dilakukan secara langsung pada Rabu (7/9). Mekanisme ini tetap dipertahankan masyarakat Desa Janggalaharja hingga kini. Jauh sebelum pemilihan kepala negara ataupun pemilihan kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat.

Pilkades tersebut tidak lepas dari dorongan para tokoh masyarakat di desa tersebut yang merasa gerah karena kelamaan tidak mempunyai kades.

Husen Santoso (62 tahun) sesepuh di desa Janggalaharja berkata, Pelaksanaan Pilkades kali ini mungkin bisa menjadi masukan untuk Pemilu 2014 mendatang. Pasalnya, dengan dana yang terbatas, panitia mampu menyelenggarakan momentum penting bagi seluruh warga dengan aman, nyaman dan tentram serta Tingkat kehadiran pemilih juga memuaskan. Menurutnya, pilkades kali ini gambaran demokrasi di tingkat bawah.

Ia merasa antusias sekaligus terharu dengan terpilihnya kades baru yang memang masih ada hubungan saudara dengannya. Saya mempunyai harapan besar bahwa Warjo S sebagai kades terpilih, bisa membawa desa lebih maju. Ini juga dilihat dari visi dan misinya yang memang benar-benar ingin membuat perubahan di desa kami ini, pungkasnya.

Sarya (47 tahun) salah satu ketua Rt menuturkan kepada Redaksi Suar di sela-sela Pilkades,  khusus pada hari pemungutan suara dia tidak ke sawah untuk beraktifitas seperti biasa, karena baginya dengan memilih salah satu calon yang dijagokannya berarti dia sudah memberikan kontribusi bagi kelangsungan pemerintah desa ke depan. Selain untuk memilih, Sarya juga antusias dengan suasana Pilkades yang tak ubahnya kesempatan untuk bertemu dan berkumpul dengan seluruh warga setempat. “Kalau Pilkades begini lebih meriah dibanding Pemilu,” tutur dia sambil tertawa.

Suasana Pilkades di Desa Janggalaharja memang sangat meriah. Selain warga desa setempat, warga desa tetangga juga tampak turut menyaksikan Pilkades tersebut. Camat Kecamatan Rancahpun hadir dalam kesempatan tersebut. Beraneka ragam jajanan juga ditawarkan para pedagang di sekitar lokasi pemungutan suara.

Setelah waktu pemilihan ditutup, suasana berubah tegang. Warga langsung berkumpul untuk menjadi saksi penghitungan suara. Bahkan ada yang sampai menyiapkan alat tulis untuk ikut menghitung dan mencatat perolehan suara karena  tidak mau sampai ketinggalan momen terpenting di desanya.

Hasil akhir perolehan suara, Warjo S yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kampung  mendapatkan 681 suara, mengungguli saingannya Maman Herdiana yang mewakili generasi muda dengan memperoleh 278 suara.

Di sela-sela penghitungan suara Maman Herdiana calon yang kalah dalam Pilkades Desa Janggalaharja mengatakan “Bagi Saya Kalah Menang Soal Biasa”, yang penting desa kami bisa mempunyai pemimpin yang sah sesuai pilihan rakyat. Saya berharap kedepannya Kades terpilih bisa menjadi pemimpin yang bersahaja dan mampu memegang amanah warga sehingga menghantarkan warga menjadi lebih sejahtera dan desa kami tercinta lebih maju.

Menurut Maman, ia sendiri siap membantu program kepala desa di barisan terdepan walaupun tidak masuk dalam struktur pemerintahan desa. Apabila kedepannya ada ketidak-benaran dan ketidak-adilan dari kades terpilih dalam menjalankan amanahnya, Sayapun siap berdiri dibarisan terdepan untuk menolak kepemimpinan beliau.

Guna memantapkan tugas pokok dan fungsi jabatan sebagai kepala desa yang dipilih secara demokratis, kemarin Selasa (27/9) Warjo S dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Ciamis H. Engkon Komara di Gedung Balai Desa Janggalaharja.

Pelantikan Kepala Desa yang dilaksanakan dengan hikmad dan penuh rasa kekeluargaan ini dihadiri oleh camat dan kepala desa se-Kecamatan Rancah serta ratusan masyarakat yang berada diwilayah kecamatan Rancah.

Bupati Ciamis H. Engkon Komara seusai memandu sumpah jabatan, melantik dan menyaksikan pembacaan serta penandatangan surat pernyataan kades terpilih, memberikan wejangan bahwa hendaknya kades terpilih setelah dilantik dapat melaksanakan kinerja birokrasi pemerintahan secara optimal dan terutama melayani kepentingan masyarakat desa serta melaksanaan pembangunan desa berdasarkan kejujuran, keadilan dan tidak melakukan KKN.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan Kades terpilih harus memajukan desa, dengan membangun jaringan inpra-struktur seperti memperbaiki jalan agar mempermudah mobilitas warga sehingga perekonomian warga menjadi maju karena transportasi baik dalam pengelolaan ataupun untuk mengangkut hasil pertanian yang menjadi sumber utama pendapatan desa Janggalaharja menjadi lancar. Kades juga harus dapat memotovasi warga agar bisa meningkatkan produktifitas apalagi apabila bisa menciptakan sumber penghasilan baru bagi warganya. “Saya tidak mau mendengar dikemudian hari kades terpilih dalam menjalankan jabatannya hanya duduk berpangku tangan, tanpa berbuat sesuatu untuk kesejahteraan warga karena saudara dipilih warga sebagai kades sah bukan  pejabat kades sementara, pungkas Bupati.  Abj*

Dikutip dari koran suara akar rumput.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pilkades Desa Janggalaharja :

  1. Lia says:

    ini Asep adiknya Uus bukan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s