Manggung Jaya Desa Jangalaharja

Tersebutlah sebuah permukiman penduduk yang diberinama Manggung Jaya, yang dihuni sekitar 30 kepala keluarga. Manggung Jaya termasuk kedalam geografis Dusun Sukajadi, Desa Janggalaharja, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Manggung Jaya terkenal memiliki panorama alam yang indah, dikarenakan memang letaknya disebuah bukit, apabila siang semilir anginnya sejuk sekali, bila malam hari terasa sunyi ditambah warga kampungnya amat ramah serta masih saling bersaudara. Keramahan mereka dibuktikan dengan selalu tersenyum dan menyapa apabila ada orang yang datang atau sekedar lewat.

Awal Mula
Manggung Jaya menjadi sebuah permukiman berawal oleh salah seorang warga yang amat disepuhkan disana sekitar tahun 1950-an, sebutlah namanya Mama Raden Samad (silsilahnya akan diceritakan dalam tulisan lain) menjadikan Bukit yang namanya Manggung untuk tempat Pakoasi (Pengungsian dari kekejaman DI/TII) atau orang sana bilang gorombolan. Kenapa tempat ini yang dipilih karena waktu itu memang letaknya merupakan perbukitan dan masih ditumbuhi hutan, yaitu hutan bambu dan kayu lainnya.
Tetapi ada juga keanehan disitu, ketika tempat pengungsian lainnya selalu diketahui keberadaannya oleh gorombolan dan akibatnya akan terjadi yang tidak diinginkan, seperti dijarah barang-barang yang ada ataupun kepala keluarga dibunuh. Anehnya Bukit Manggung selalu luput dari incaran para gorombolan, sekalipun sampe kesana dan percis didepan orang-orang yang bersembunyi, gorombolan DI/TII tidak mengetahuinya, tidak melihatnya atau seperti rombongan yang linglung dan berputar berbalik arah meninggalkan pengungsi.
Lama kelamaan akhirnya banyak warga kampung yang turut mengungsi dan selanjutnya menjadikan Bukit Manggung sebagai tempat favorit untuk pengungsian. Sehingga saking lamanya mengungsi, sebagian orang membuat bangunan semi permanen dan diputuskan Namanya menjadi Manggung Jaya oleh para tetua kampung itu.

Letak Geografis
Batas timur memasuki kampung Manggung Jaya dari Babakan kita akan disuguhkan hamparan sawah milik Tetua Kampung yang masih bersaudara dengan penulis, sebutlah Aki Gendut sekarang diteruskan kepemilikannya oleh Ang Engkos, begitu kami menyebutnya. Naik tanjakan 50 m2 kita akan menjumpai Mushola awal dari permukiman dan halamannya pas dijadikan spot yang pas untuk selfie bareng.

10540406_10204586595169812_2052193339960241101_nDiujung Kampung sebelah selatan perbatasan Desa Dadiharja dibatasi oleh hamparan persawahan lagi, persawahan itu milik Almarhum nenek kami yang sekarang diwariskan kepada anaknya yang masih Bibi dengan penulis. Dahulu sawah tersebut tempat Om Eno mengajarkan tekhnik ngarit dan menggembalakan kambing ke penulis, maklum apabila lahir dikampung sana harus memiliki keahlian itu yang tujuannya menempa keterampilan dan menumbuhkan kesabaran didalam diri buat bekal kita menuju kedewasaan.
Batas sebelah utara dibatasi oleh curug rompe yang konon tempatnya para bidadari mandi, inipun tidak kalah indahnya dibandingkan curug nangka yang ada di wilayah Bogor, karena curug ini mempunyai ketinggian sekitar 200m2 serta airnya bening terus mengalir tidak pernah berhenti. Sehingga apabila kita berada disana akan menimbulkan hawa yang amat sejuk ditambah terpaan angin yang bercampur dengan air bak hembusan ac split sayonara.
Di Curug rompe ini apabila beruntung kita akan disuguhkan oleh atraksi Lutung Jawa dan kumpulan Monyet yang bergelantungan di pohon-pohon besar yang memang banyak tumbuh seputar curug tersebut.
Sebelah Barat dibatasi oleh lebatnya hutan bambu dan kayu albasiah yang keberadaanya dilindungi, karena ini penting untuk menjaga ekosistem dan demi keseimbangan alam.

Oleh-oleh Khas
Makanan khas dari Kampung Manggung Jaya adalah Ranginang (Rengginang), opak, kicimpring, saroja (kembang goyang), gadung (ada tulisan lain berikutnya ketika teman saya Yadi mengalami keracunan gadung atau we’reu gadung, mohon ditunggu moody hehhee…..), regejeg, kiripik, misda, dan lain-lain.

Tradisi
Warga lelaki baik tua ataupun muda suka memainkan permainan kolecer, ketika musim angin tiba atau berbarengan dengan musim panen, barangkalai hiburan pasca seharian berkutat disawah ataupun ladang. Penulispun pernah mendapat warisan kolecer yang moncer turun temurun dari almarhum Aki Dirman, konon kolecer tersebut paling bagus di kampung Manggung Jaya.
Ada juga permainan meriam-meriaman dari media karbit dan bambu gombong ketika menyambut hari raya Idul Fitri, mainan ini mahir dimainkan oleh Ang Adung sodaraku dan selain main Lodong beliau juga mahir ngurek belut.

Bila malam malam hari tiba, jaelah mirip lagu aje ya hehehhe, terlebih bulan purnama, para ibu masih suka bercengkrama ataupun ngobrol sambil menganyam anyaman dari bahan daun pandan. Menurut beberapa warga, akan lebih banyak lagi yang nganyam apabila tidak sedang musim pergi kesawah.

Begitulah sekelumit ceritaku tentang kampung halamanku Manggung Jaya, apabila ada kekurangan nanti akan diperbaiki berkala, terima kasih dan selamat Idul Fitri 1435 H, mohon maaf lahir dan bathin

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Vixion”2010

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pentingnya Pancasila di era sekarang ini

Pentingnya menggali dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Pertanyaannya, Kenapa hal ini menjadi penting?

Saya sendiri melihat karena saat ini generasi muda makin jauh dari Ideologi Nasional Bangsa yaitu Pancasila. Marilah kita bayangkan kira-kira apa yang akan terjadi 10 tahun kedepan, ketika generasi mendatang sudah tidak paham Pancasila. Saya tak bisa membayangkan, mungkin lebih baik kita berbuat sekarang, menyelamatkan Pancasila dengan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sejarah mencatat, Pancasila telah disepakati sebagai ideologi bangsa yang akan menyatukan setiap perbedaan di bangsa ini. Namun seiring arus deras globalisasi, Pancasila seolah terpinggirkan. Coba saja tanyakan pada anak-anak usia remaja. Lebih mengenal Pancasila atau sinetron? Saya yakin jawabannya Sinetron.
Saya merasa sedih, kita semua juga tentunya. Jika kita renungkan, letak kesalahan berada pada sikap kita yang enggan menggali nilai-nilai luhur Pancasila untuk disesuaikan dengan tantangan zaman modern. ‘malu-malu kucing’ dalam berbicara mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI maupun Bhinneka Tunggal Ika.
Akibatnya sikap kita yang salah kaprah, sebagaimana di atas, bangsa ini seolah berjalan tanpa kendali. Kondisi yang terjadi adalah, nilai lama telah ditinggalkan sementara nilai baru belum terbentuk. Ibarat layangan putus, kita terombang-ambing mengikuti kemana angin menuju. Pembangunan seolah berjalan tanpa arah yang pasti. Begitu juga pembangunan manusia Indonesia. Pergantian kepemimpinan nasional sepanjang reformasi tak pernah menempatkan Pancasila sebagai agenda prioritas. Para pemimpin sibuk bertarung di tengah kecamuk konflik dan upaya mempertahankan kekuasaannya. Sementara demokrasi yang baru mekar dimaknai secara sepihak. Padahal demokrasi sejatinya hanyalah alat menuju pencapaian kesejahteraan rakyat. Ironisnya, demokrasi sepanjang reformasi lebih sering menampakkan sisi kelamnya dengan berbagai benturan kepentingan jangka pendek di kalangan elit.
Memang tak mudah untuk mesosialisasikan kembali ideologi Pancasila di era yang terus berubah ini. Namun demikian, Pancasila harus diselamatkan. Jangan sampai bangsa ini mencampakkan Pancasila, tanpa pernah mengamalkannya. Untunglah setelah riuh rendah reformasi,semangat membangun kembali nilai bangsa mulai tampak di negeri ini.Yang dibutuhkan oleh bangsa ini adalah revitalisasi Pancasila sesuai tantangan aktual zaman. Jangan sampai pola pematungan dan pemuseuman Pancasila terjadi lagi. Karena jika demikian yang dilakukan, maka makin menjerumuskan Pancasila kepinggir.
Sementara, dalam menghadapi internasionalisme, Bung Karno juga menegaskan bahwa nasionalisme kita sejak dulu bukanlah chauvinisme. Melainkan nasionalisme yang menuju kekeluargaan dunia dan persatuan bangsa-bangsa. Dengan demikian sejatinya tidak ada konflik antara nasionalisme dan internasionalisme. Internasionalisme justru tidak akan ada tanpa bangunan nasionalisme masing-masing negara. Begitu juga sebaliknya, nasionalisme tidak akan tumbuh subur jika tidak berada dalam taman sarinya internasionalisme. Jika globalisasi mengklaim sebagai rumah global, maka di dalamnya juga diperlukan rumah kita sendiri, di dalam rumah global itu. Rumah dimaksud adalah nasionalisme kita.
Untuk mengakhiri berbagai polemik di masyarakat, perdebatan ideologi diantara berbagai kalangan di negeri ini harus dihentikan. Pancasila merupakan solusi yang diwariskan para pendiri bangsa, dan sudah terbukti mampu memayungi berbagai perbedaan. Bangsa ini juga harus berani mengawal empat konsep final dalam tata kenegaraan kita. Empat konsep tersebut antara lain, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Apakah kita sekarang sudah siap? Semoga kita menjadi generasi yang berarti bagi bangsa ini.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mengutuk Serangan Bom Solo

Jakarta Serangan bom bunuh diri meledak pada hari Minggu Siang (25/9) di Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS), Solo, Jawa Tengah, ledakan bom di gereja Protestan ini telah menewaskan satu orang yang diduga sebagai pelaku pemboman dan mencederai sejumlah jemaat lainnya.

Ashary Ali Agus Ketua Bidang Legislator Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (DPN PKP Indonesia) memberikan pernyataannya kepada wartawan pkpindonesia online Rabu pagi via telepon, ia mengutuk keras serangan bom bunuh diri tersebut.

“Saya atas nama pribadi dan PKP Indonesia mengutuk keras atas aksi terorisme yang terjadi di Solo serta mengucapkan belasungkawa kepada mereka yang telah menjadi korban luka-luka.”

Menurut Ashary, bom ini tidak ada gunanya karena hanya melukai orang-orang tidak berdosa dan pastinya menyebabkan trauma berkepanjangan bagi mereka yang akan melakukan ritual peribadatan.

Ia menambahkan, Ini menandakan masih kuatnya gerakan radikal keagamaan di Indonesia. Menurutnya pelaku merupakan kelompok yang tidak bisa menerima perbedaan dalam masyarakat sehingga terdorong untuk melakukan tindakan pembunuhan secara keji dan biadab.

Ashary juga mengomentari pernyataan presiden yang mengatakan bahwa bom Solo memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris di Cirebon. Itu artinya intelejen sudah mengetahui akan ada tindakan dari pelaku teror untuk melakukan aksi pengeboman. Oleh karena itu ia sangat menyayangkan dan prihatin karena tidak adanya upaya dari pemerintah untuk melakukan tindakan pencegahan, pungkasnya. Abj*

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pilkades Desa Janggalaharja :

GAMBARAN DEMOKRASI DI TINGKAT BAWAH

Ket foto : kiri Warjo S kanan Maman Herdiana

CIAMIS-  Setelah kurang lebih 2 tahun tidak memiliki Kepala Desa (kades), akhirnya Desa Janggalaharja Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis memiliki kades. Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dilakukan secara langsung pada Rabu (7/9). Mekanisme ini tetap dipertahankan masyarakat Desa Janggalaharja hingga kini. Jauh sebelum pemilihan kepala negara ataupun pemilihan kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat.

Pilkades tersebut tidak lepas dari dorongan para tokoh masyarakat di desa tersebut yang merasa gerah karena kelamaan tidak mempunyai kades.

Husen Santoso (62 tahun) sesepuh di desa Janggalaharja berkata, Pelaksanaan Pilkades kali ini mungkin bisa menjadi masukan untuk Pemilu 2014 mendatang. Pasalnya, dengan dana yang terbatas, panitia mampu menyelenggarakan momentum penting bagi seluruh warga dengan aman, nyaman dan tentram serta Tingkat kehadiran pemilih juga memuaskan. Menurutnya, pilkades kali ini gambaran demokrasi di tingkat bawah.

Ia merasa antusias sekaligus terharu dengan terpilihnya kades baru yang memang masih ada hubungan saudara dengannya. Saya mempunyai harapan besar bahwa Warjo S sebagai kades terpilih, bisa membawa desa lebih maju. Ini juga dilihat dari visi dan misinya yang memang benar-benar ingin membuat perubahan di desa kami ini, pungkasnya.

Sarya (47 tahun) salah satu ketua Rt menuturkan kepada Redaksi Suar di sela-sela Pilkades,  khusus pada hari pemungutan suara dia tidak ke sawah untuk beraktifitas seperti biasa, karena baginya dengan memilih salah satu calon yang dijagokannya berarti dia sudah memberikan kontribusi bagi kelangsungan pemerintah desa ke depan. Selain untuk memilih, Sarya juga antusias dengan suasana Pilkades yang tak ubahnya kesempatan untuk bertemu dan berkumpul dengan seluruh warga setempat. “Kalau Pilkades begini lebih meriah dibanding Pemilu,” tutur dia sambil tertawa.

Suasana Pilkades di Desa Janggalaharja memang sangat meriah. Selain warga desa setempat, warga desa tetangga juga tampak turut menyaksikan Pilkades tersebut. Camat Kecamatan Rancahpun hadir dalam kesempatan tersebut. Beraneka ragam jajanan juga ditawarkan para pedagang di sekitar lokasi pemungutan suara.

Setelah waktu pemilihan ditutup, suasana berubah tegang. Warga langsung berkumpul untuk menjadi saksi penghitungan suara. Bahkan ada yang sampai menyiapkan alat tulis untuk ikut menghitung dan mencatat perolehan suara karena  tidak mau sampai ketinggalan momen terpenting di desanya.

Hasil akhir perolehan suara, Warjo S yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kampung  mendapatkan 681 suara, mengungguli saingannya Maman Herdiana yang mewakili generasi muda dengan memperoleh 278 suara.

Di sela-sela penghitungan suara Maman Herdiana calon yang kalah dalam Pilkades Desa Janggalaharja mengatakan “Bagi Saya Kalah Menang Soal Biasa”, yang penting desa kami bisa mempunyai pemimpin yang sah sesuai pilihan rakyat. Saya berharap kedepannya Kades terpilih bisa menjadi pemimpin yang bersahaja dan mampu memegang amanah warga sehingga menghantarkan warga menjadi lebih sejahtera dan desa kami tercinta lebih maju.

Menurut Maman, ia sendiri siap membantu program kepala desa di barisan terdepan walaupun tidak masuk dalam struktur pemerintahan desa. Apabila kedepannya ada ketidak-benaran dan ketidak-adilan dari kades terpilih dalam menjalankan amanahnya, Sayapun siap berdiri dibarisan terdepan untuk menolak kepemimpinan beliau.

Guna memantapkan tugas pokok dan fungsi jabatan sebagai kepala desa yang dipilih secara demokratis, kemarin Selasa (27/9) Warjo S dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Ciamis H. Engkon Komara di Gedung Balai Desa Janggalaharja.

Pelantikan Kepala Desa yang dilaksanakan dengan hikmad dan penuh rasa kekeluargaan ini dihadiri oleh camat dan kepala desa se-Kecamatan Rancah serta ratusan masyarakat yang berada diwilayah kecamatan Rancah.

Bupati Ciamis H. Engkon Komara seusai memandu sumpah jabatan, melantik dan menyaksikan pembacaan serta penandatangan surat pernyataan kades terpilih, memberikan wejangan bahwa hendaknya kades terpilih setelah dilantik dapat melaksanakan kinerja birokrasi pemerintahan secara optimal dan terutama melayani kepentingan masyarakat desa serta melaksanaan pembangunan desa berdasarkan kejujuran, keadilan dan tidak melakukan KKN.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan Kades terpilih harus memajukan desa, dengan membangun jaringan inpra-struktur seperti memperbaiki jalan agar mempermudah mobilitas warga sehingga perekonomian warga menjadi maju karena transportasi baik dalam pengelolaan ataupun untuk mengangkut hasil pertanian yang menjadi sumber utama pendapatan desa Janggalaharja menjadi lancar. Kades juga harus dapat memotovasi warga agar bisa meningkatkan produktifitas apalagi apabila bisa menciptakan sumber penghasilan baru bagi warganya. “Saya tidak mau mendengar dikemudian hari kades terpilih dalam menjalankan jabatannya hanya duduk berpangku tangan, tanpa berbuat sesuatu untuk kesejahteraan warga karena saudara dipilih warga sebagai kades sah bukan  pejabat kades sementara, pungkas Bupati.  Abj*

Dikutip dari koran suara akar rumput.

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Mengenal lebih jauh

Asep J. Jatnika  atau biasa disapa ABJ, Terlahir dari pasangan N. Sumarni dan Husen Santoso pada tanggal 24 Mei 1980 di Rancah-Kabupaten Ciamis. Sumarni. ABJ berhasil meraih gelar Sarjana dari  STMIK Dwipa Wacana dengan biaya sendiri.

Sebagai seorang nasionalis, pria muda yang hobi adventure ini berkomitmen untuk mengabdikan jiwa dan raganya bagi bangsa dan negara.

Kesukaannya kepada organisasi dimulai dari sekolah menengah pertama yang aktif menjadi anggota pramuka dan osis, begitupun ketika sekolah SMA aktif di osis, bantara pramuka dan organisasi pencinta alam.

Begitupun ketika bermasyarakat ia aktif di karang taruna dan menjadi anggota Angkatan Muda Siliwangi (AMS).

Menurut pemuda penikmat gado-gado ini, berorganisasi adalah panggilan jiwanya.  Disamping berorganisasi, Ia aktif sebagai penulis lepas. Abj juga pernah berkecimpung didunia perfilman dengan bekerja dibelakan layar sebagai manajer produksi di Studio 41 bersama (alm) Edhie Soeryono RA. Organisasi perfilmanpun ia rambah (Parfi) bersama abangnya Huala Siregar, SH.

Dunia bisnis yang ia tekuni adalah dengan mendirikan tempat tongkrongan Cafe & Lounge di wilayah Mampang Prapatan tepatnya di jalan Kapten Tendean. Cafe tersebut selain sarana gaul anak borjuis Jakarta, juga sebagai production house.

Posted in profile | Leave a comment